Unair miliki Rumah Kompos sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan Pupuk Kompos di Internal Kampus

 

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikrob dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik. Rumah Kompos merupakan salah satu program dari Direktorat Logistik, Keamanan, Ketertiban dan Lingkungan Universitas Airlangga sebagai bentuk upaya dalam melestarikan lingkungan. Keberadaan Rumah Kompos sebagai alternatif penanganan sampah khususnya sampah organik di area kampus. Karena seperti yang kita ketahui, keberadaan sampah menjadi permasalahan yang belum terselesaikan secara efektif hingga saat ini. Meskipun terdapat TPS yang telah disediakan, tetap saja sampah-sampah yang terkumpul di TPS selalu tetap saja menggunung tanpa ada penanganan lebih lanjut. Sehingga adanya program Rumah Kompos ini diharapkan menjadi jalan keluar atas permasalahan sampah yang ada dan memilki nilai guna yang tinggi. Rumah Kompos di Universitas Airlangga ini memproduksi pupuk kompos yang berasal dari sampah organik khususnya sampah yang berasal dari dedaunan, bunga dan ranting pohon. Cara pembuatan kompos dinilai sangat mudah, kita hanya perlu melakukan tahapan-tahapan berikut ini:

  1. melakukan pemilahan ulang pada sampah organik yang telah terkumpul di Rumah Kompos. Sampah organik yang telah dipilah dibedakan menjadi kerasan, dedaunan dan sampah domestik.
  2. Selanjutnya, melakukan pencacahan pada dedaunan dan kerasan.
  3. melakukan pengayakan pada hasil cacahan, jika terdapat hasil cacahan yang masih keras maka dilakukan pencacahan dan pengayakan ulang. Hasil cacahan sampah yang sudah halus ditampung pada windrow komposting kemudian ditambahkan ragi atau bakteri starter untuk proses fermentasi/peragian pada sampah. mengaduk sampah pada bak penampungan dengan rincian sebagai berikut:
  • Bak I dengan kadar air 5-20% dengan PH 4-5
  • Bak II dengan kadar air 10-25% dengan PH 5-6
  • Bak III dengan kadar air 15-25% dengan PH 6-8
  • Bak IV dengan kadar air 15-25% dengan PH 9
  • Tanda sampah yang mengalami proses fermentasi adalah sesuai dengan kriteria pada bak penampungan IV yaitu kadar air 15-25% dengan PH 9.
  1. Jika bak penampungan I telah memenuhi hasil fermentasi yang diinginkan, maka dapat dipindahkan pada bak penampungan II, jika bak penampungan II telah memenuhi hasil fermentasi yang diinginkan maka dapat di pindahkan pada bak penampungan III. Dan jika bak penampungan III telah memenuhi hasil fermentasi yang diinginkan maka dapat dipindahkan pada bak penampungan IV untuk mencapai tingkat fermentasi produk kompos yang maksimal.
  2. Hasil fermentasi yang sudah mencapai bak penampungan IV yaitu berupa serbuk halus kemudian didinginkan dengan cara dijemur selama 1 hari.
  3. Hasil fermentasi yang sempurna sudah dapat dikemas untuk menjadi pupuk kompos yang siap digunakan.

Perlu dicatat bahwa pupuk yang siap pakai dan memiliki ciri-ciri berkualitas baik diantaranya:

  • Berwarna cokelat tua atau warna tanah
  • Tidak larut dalam air
  • Kondisi pupuk tidak basah
  • Tidak berbau

 

Selain mengurangi keberadaan sampah organik, Pupuk kompos yang sudah jadi memiliki nilai guna diantaranya: dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan daya serap air pada tumbuhan, memperbaiki struktur dan kualitas tanah, memperbaiki kualitas hasil panen, membatasi keberadaan hama dan gulma tanaman dan mengurangi bau tidak sedap.

 

Bagikan ke Social Media

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *